Silahkan donasikan niat baik anda di Nomor Rekening BSI dibawah ini.
a/n Paguyuban Amal Bakti Cibelok.
Mohon kiranya semuanya selalu mengingatkan, ini adalah Amanah yang sangat muliaPaguyuban Amal Bakti Cibelok
Pengertian Yatim dan Piatu
Istilah yatim berasal dari saduran bahasa Arab, yang artinya adalah seorang anak dalam usia belum baligh telah ditinggal wafat oleh ayahnya. Sedangkan piatu adalah seorang anak yang belum baligh telah ditinggal oleh ibunya.
Ayat Al-Qur'an tentang Anak Yatim
Dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 36 menjadi bagian dari perintah untuk mengasihi dan menyayangi anak yatim.
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatupun.Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.”
Perintah mengasihi anak yatim itu bagian syariat sekaligus perintah dari Allah melalui Al Quran sebagaimana ayat di atas. Juga menjadi sunnah karena telah Nabi praktekkan dalam sehari-hari. Bahkan Rasulullah sendiri lahir dalam keadaan yatim.
Dari ayat tersebut berbuat baik kepada anak yatim, salah satu bentuknya adalah menyantuninya disandingkan dengan berbuat baik kepada kedua orang tua dan karib kerabat. Dalam beberapa sumber dikatakan bahwa menyantuni anak yatim yang belum baligh ini fardlu kifayah hukumnya.
Artinya wajib atas kaum muslimin, namun kewajibannya bisa diwakili oleh sebagian yang lain. Menyantuni anak yatim bisa dilakukan kapan saja, tetapi akan lebih utama lagi jika dilakukan di bulan Muharram dan bulan Ramadhan.
Adapun anak yatim yang sudah baligh, maka sudah tidak berhak baginya untuk mendapatkan santunan anak yatim lagi. Namun, meskipun demikian baginya berlaku hukum lain yang diperuntukkan kepada orang fakir miskin, berupa zakat dan sedekah.
Manfaat lain dari menyantuni anak-anak yatim dan mengasihi para fakir miskin adalah dapat menumbuhkan jiwa kedermawanan. Kita sebagai umat islam, diperintahkan untuk mempunyai jiwa dermawan, karena dengan sikap inilah hubungan kita kepada orang lain akan semakin baik, terutama hubungannya antara kita dengan anak-anak yatim dan para fakir miskin. Dengan hal ini, Allah SWT pasti akan memberikan kita pahala dan kenikmatan yang sangat luas..
Allah SWT melarang kita untuk mempunyai sifat kikir terhadap orang-orang yang lemah, apalagi sampai menindas mereka. Sifat kikir dapat membinasakan diri sendiri, sebagaimana sabda Rosululullah SAW.
“Jauhilah sifat kikir, sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kamu adalah sifat kikir: ia (sifat kikir) akan menyuruh mereka bersifat kikir maka mereka kikir, dan menyuruh mereka memutuskan silaturahim maka mereka memutuskan silaturahm, serta mnyuruh mereka berbuat fasik maka mereka berbuat fasik”(H.R. Abu daud)
Sungguh merugi orang-orang yang kikir karena ia pasti akan mendapatkan kesukaran dalam hidupnya.
“Dan adapun orang-orang bakhil (kikir) dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” (Q.S Al-Lail : 8-11)
Semangat yang tulus, jelang bulan puasa ramadhan di tahun 2024, telah disalurkan sebanyak 70 paket bantuan. Merupakan capaian kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat, mengingat tahun lalu hanya 35 paket yang dibagikan lingkungan sekitar.
Mari bersama - sama bergotong-royong membatu mereka, di belakang kami banyak yang berperan penting menggerakan organesasi.
Semoga bermanfa'at
Visi Misi : Paguyuban Amal Bakti
Terwujudnya masyarakat Cibelok yang Agamis, Makmur, Amanah dan Lestari ( AMAL )
1. Mewujudkan masyarakat yang Beragama, percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa;
2. Mewujudkan kepedulian pada masyarakat lemah, dengan istiqomah untuk melaksanakan Amal dalam segala bidang;
3. Mewujudkan kegiatan-kegiatan Kemasyarakatan yang bersifat sosial untuk segenap lapisan masyarakat;
4. Mewujudkan Toleransi kepada segenap komponen, baik Intern maupun Ekstern yang Amanah.
5. Mewujudkan Bakti Sosial pada umat beragama dengan senantiasa meningkatkan Iman dan Taqwa.
1. Mengajak dan merangkul pada segenap lapisan masyarakat untuk percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mensyiarkan nilai-nilai luhur Agama sebagai umat yang bertaqwa, memberikan tauladan masyarakat dengan mengedepankan Amal kebaikan.
3. Melaksanakan kegiatan - kegiatan Kemasyarakatan dibidang Sosial dengan gotong royong.
4. Melaksanakan Toleransi kepada umat beragama, sehingga akan tercipta kehidupan yang harmonis dan tolong menolong pada segenap lapisan masyarakat.
5. Melaksanakan Bakti Sosial Kemasyarakatan yang konsisten, sehingga meningkatkan Iman dan Taqwa umat beragama dalam kehidupan sehari- hari.